ORGAN
TANPA TUBUH
Hampir setiap manusia
membutuhkan yang namanya tubuh, jikalau manusia hidup tanpa tubuh entah
bagaimana untuk bergerak. Melihat begitu besarnya fungsi tubuh bagi kehidupan
alangkah baiknya kita mempelajari tentang perawatan tubuh. Tubuh akan selalu
bersinergi dengan anggota – anggotanya, dan kita lupa dengan anggota yang kita
miliki.
Lalu untuk apa kita
membahas tubuh? Sedangkan tubuh bisa kita rawat dengan keadaannya sendiri. Coba
kita berfikir sejenak, didalam berorganisasi apakah sudah kita merawat anggota
– anggota kita?. Selama ini banyak sekali organisasi yang minim akan perawatan
tubuh hingga mereka para anggota terpecah dan meninggalkan organisasi itu
sendiri.
Di dalam berorganisasi
jika tidak mempunyai anggota apa yang kita rasakan? Pastinya menjadi
terbengkalai. Ketika membuat sebuah acara besar contohnya, kita kekurangan
anggota dan akhirnya kita membuat rekruitmen kepanitian. Apakah kalian tidak
malu dengan tubuhmu sendiri?, padahal kita sudah di berikan begitu banyak
anggota tapi mereka di acuhkan begitu saja. Setelah kita tau begitu besarnya
fungsi anggota bagi organisasi masihkah kalian melupakan anggotamu?.
Secara garis besar kita
bisa menyalahkan sang kepala, karena apa? Karena anggota bisa bergerak adanya
kepala. Kepala jika tidak mau berfikir tubuh tidak akan bergerak sama sekali,
dan akibatnya kita disebut mati karena tidak mau berfikir. “orang yang tidak
mau berfikir itu disebut mati karena orang yang mati adalah dimana orang sudah
waktunya untuk berhenti berfikir”. Bagi seorang pemimpin harus bisa mengayomi
para anggotanya, agar anggotanya nyaman dengan keadaan yang ada. Terkadang
pemimpin juga mendapati yang namanya mengeluh gara – gara anggotanya susah
untuk diatur.
Bolehkah seorang pemimpin
mengeluh dengan keadaan?, Jawabannya cukup simple “boleh”. Munculah sebuah
ingatan “dengan semangat juang dulu kau menyalakan api hingga membara. Kini api
mulai menelan korban dan menuju kehancuran”. Dengan mengeluh seorang pemimpin
harus bisa bangkit agar tidak ada terjadinya kehancuran dan bisa memadamkan api
yang terlalu besar yang memakan korban kehancuran.
Untuk menjadi anggota
memang terkadang kita juga salah dalam bertindak dan selalu menganggap bahwa
argument yang dibuat oleh pemimpin itu tidak sepaham dengan kita. Kita selalu
berontak kepada pemimpin karena kita tak sefaham sehingga kita tidak
menganggapnya. Bukan itu yang disebut anggota, apapun yang terjadi seorang
pemimpin tidak akan salah dalam berfikir. Otak ada dalam kepala jika kita
menyalahkan pemimpin lalu dimanakah otak kalian? “Anggota harus menghormati
pemimpin dan pemimpin harus bisa mengayomi anggotanya”.
Maka bisa disimpulkan
jika ingin organisasi itu bisa bergerak sesuai dengan yang di inginkan kita
harus bisa bersinergi dengan anggota tubuh. Saling mengisi, saling bekerjasama,
saling mengisi antara yang satu dengan yang lain. Tidak boleh menyalahkan
ataupun meragukan kemampuan yang lain, Karena seburuk apapun itu mereka adalah
anggota tubuh. Jangan sampai ada yang menyebut “Organ Tanpa Tubuh”.
Penulis : M. Samsul Ali
.M.
No comments:
Post a Comment